SELAYANG PANDANG PENDIDIKAN GURU PENGGERAK


Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan serangkaian proses pengembangan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru. Melalui pendidikan ini, guru Indonesia diharapkan memiliki 5 karakter yakni berjiwa nasionalisme Indonesia, bernalar, pembelajar, profesional, dan berorientasi pada peserta didik. 

Mengutip laman modul-bbgp-jatim-a7, diketahui bahwa PGP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut:

  • mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;
  • memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;
  • merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;
  • mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan
  • berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran.

Adapun manfaat mengikuti PGP adalah sebagai berikut: 

  • bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik;
  • diterapkannya pembelajaran aktif oleh guru lain di lingkungan satuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan; 
  • terbangunnya rasa nyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungan satuan pendidikan;
  • meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar;
  • terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik; dan
  • terbukanya kesempatan bagi guru penggerak untuk menjadi pemimpin satuan Pendidikan
Awal mula pelaksanaan PGP di mulai tahun 2020, tepatntnya tanggal 13 Oktober angkatan 1, program ini di buka dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. PGP telah memasuki angkatan ke 6 dan ke 7, yang saat ini proses pendidikannya sedang berlangsung. Sementara untuk angkatan 8,9,10 masih dalam tahap seleksi, proses pendidikan untuk angkatan 8 dijadwalkan antara bulan April - Oktober 2023. Kemudian untuk angkatan 9 dan 10 jadwal masih menunggu. 

Pelaksanakan PGP menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan dengan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Presentasi  kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Adapun Asesmen dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan dengan mendapatkan data hasil penugasan, praktik dan observasi fasilitator dan pendamping. Umpan balik dari rekan sejawat, kepala sekolah dan peserta didik digunakan sebagai bagian dari proses refleksi dan pengembangan diri Guru Penggerak. Asesmen pada hasil belajar peserta didik dilakukan saat proses evaluasi dampak (impact evaluation).

Tertarik untuk mempelajari lebih luas terkait Pendidikan Guru Penggerak, selengkapnya ada dalam bahasan blog ini.

Salam Guru Penggerak! Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan!