Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.3 Mulai dari diri sendiri
Sebagai pengantar modul ini, kami diberi wawasan terkait alur dan tahapan yang harus kami lalui dalam diklat calon guru penggerak dengan platform LMS yakni alur MERDEKA. MERDEKA merupakan akronim dari Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontestual, Koneksi antar materi dan Aksi nayta.
Pertanyaan pemantik berikut dapat Anda renungkan sebelum sesi dimulai:
Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?
Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?
Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?
Apa relevansi pemikiran KHD“Pendidikan yang berhamba pada anak”dengan peran saya sebagai pendidik?
Terdapat 3 pertanyataan yang harus saya jawab dalam modul ini, yakni
Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran?
Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus?
Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?
Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan dan pengajaran sebagai dua hal yang berbeda namun saling terkait. Pengajaran merupakan bagian dari proses pendidikan dalam mentransfer ilmu kepada anak sehingga mereka memiliki kecakapan lahir dan batin. Sedangkan pendidikan adalah tuntunan dalam mengembangkan kodrat anak sehingga mereka mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Anak bukan seperti kertas kosong yang bebas dicorat coret oleh orang tuanya ataupun gurunya, namun setiap anak terlahir dengan kodrat masing-masing. Dalam pengembangan kodrat inilah diperlukan adanya pendidikan sebagai tempat bagi anak untuk berkembang menjadi manusia yang berilmu dan beradab. Dalam proses pendidikannya seorang anak membutuhkan seorang pamong/guru agar tidak salah arah. Peran guru disini bukan untuk memerintah dan mengaharuskan semua murid mengikutinya, namun peran guru disini adalah memberikan kesempatan belajar kepada murid secara merdeka sesuai kebutuhan murid.
Relevansi atau keterkaitan Konteks pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan Pendidikan di Indonesia saat ini, menurut saya cukup relevan. Dalam segi konsep para pemangku kebijakan telah mengupayakan pendidikan yang diselaraskan dengan perkembangan zaman abad 21 namun juga tetap mempertahan budaya lokal. Kurikulum merdeka hadir sebagai ruh baru dalam dunia pendidikan yang secara langsung mengadopsi dan menjadikan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan penyelengaraan pendidikan. Adapun relevansi dengan konteks pendidikan yang ada di sekolah saya juga cukup relevan. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah saya mengupayakan untuk memberi teladan dan motivasi bagi anak-anak dalam proses belajarnya. Hal ini sebagai semboyan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani di Pendidikan.
Saya belum bisa sepenuhnya melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru. Saya masih harus banyak belajar tentang konsep kemerdekaan belajar dan mengajar, bagaiamana prosedur penyelenggaraannya, bagaimana menghadapi tantangan dan kendala yang mungkin terjadi, bagaimana strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan mengupayakan dampak baik terhadap perkembangan peserta didik.
Besar harapan dan ekspektasi untuk bisa memahami modul ini kemudian mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran sehingga bisa membuat saya menjadi seorang pendidik yang berhasil mengantarkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar secara merdeka sesuai kebutuhan peserta didik, mengantarkan peserta didik mencapai keselamatan kebahagiaan dalam hidupnya..
Selasa, 25 Oktober 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.4. Eksplorasi Konsep
Pada modul ini, terdapat 11 halaman materi berupa bacaan dan video yang harus kami pelajari. Materi tersebut berisi seputar pendidikan pada zaman kolonial Belanda dan interpretasi pemikiran KHD. Selanjutnya saya ditugaskan untuk membuat video singkat berudarasi kurang lebih 3 menit yang memaparkan tentang ilustrasi diri sebagai pembelajar merdeka yang dapat menginternalisasi semboyan "Ing Ngarso Sung Tuladho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani."
Untuk hasil videonya klik video di bawah ini:
Rabu, 26 Oktober 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.4.1. Forum Diskusi
(Forum diskusi virtual zoom bersama fasilitator, selama 90 menit (2 JP))
Pertanyaan pemantik:
Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?
Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?
Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?
Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?
Kamis. 27 Oktober 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.5. Ruang Kolaborasi_Penugasan Diskusi Kelompok
(Forum diskusi virtual zoom bersama fasilitator, selama 135 menit (3 JP))
Bahan Diskusi
Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?
Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?
Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan.
Jum'at. 28 Oktober 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.5.1. Ruang Kolaborasi Kelompok_Presentasi Hasil Diskusi
(Forum diskusi virtual zoom bersama fasilitator, selama 135 menit (3 JP))
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.6. Demonstrasi Kontekstual
Tugas modul ini adalah sebagai berikut:
Buatlah satu karya (karikatur, infografis, video pendek, komik, lagu, puisi, dll) untuk menggambarkan pemikiran filosofis KHD sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman baru yang Anda peroleh.
Karya itu merupakan sebuah perumpamaan yang Anda gunakan sebagai wujud kontekstual pemahaman Anda terhadap pemikiran-pemikiran KHD.
Dalam memenuhi tugas terebut , saya mengemasnya dalam bentuk video. Adapun videonya dapat disimak berikut ini:
Kamis, 3 November 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.8. Koneksi antar Materi_Kesimpulan dan Refleksi KHD
Pertanyaan pemantik:
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Jawaban terdapat dalam video berikut:
Rabu, 2 November 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.7. Elaborasi Pemahaman
(Forum diskusi virtual zoom bersama Instruktur, selama 90 menit (2 JP))
Senin, 7 November 2022
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD_1.1.a.9. Aksi Nyata
Sebagai tahapan terakhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Aksi Nyata memberikan ruang bagi Bapak/Ibu CGP menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam satu rangkaian modul. Aksi Nyata dimaksudkan sebagai proses pengembangan profesionalisme berkelanjutan, di mana ia dilihat sebagai kesatuan antara proses pembelajaran dan implementasi. Dengan demikian, aksi nyata perlu dijalankan secara terus menerus, bahkan hingga Program Pendidikan Guru Penggerak telah Anda selesaikan. Dalam modul ini, Aksi Nyata Anda merupakan perwujudan dari perubahan konkret dalam proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD dan konteks sosial dan budaya di daerah Anda.
Video aksi nyata dapat disimak berikut ini:
Demikian materi dan penugasan dalam modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional KHD, semoga bermanfaat. Mohon masukan dan umpan balik untuk perbaikan artikel ini.
Salam Guru Penggerak! Tergerak, Bergerak, dan Menggerakan!
0 Komentar